Jakarta – Tiga calon presiden berbeda sikap perihal rencana kelanjutan proyek strategis nasional (PSN) yang dimaksud berlangsung pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan mengemukakan akan mengevaluasi seluruh PSN, sementara calon presiden nomor urut 2 juga 3, Prabowo Subianto lalu Ganjar Pranowo kompak akan melanjutkan PSN era Jokowi.
Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Fadhil Hasan menyatakan tahapan evaluasi PSN yang disebutkan menyangkut beberapa aspek. Pertama, pihaknya ingin mengamati bagaimana penyusunan regulasi dan juga kebijakan dari proyek-proyek tersebut.
“Apakah sesuai prinsip governance? Kemudian, apakah proyek yang dimaksud juga membuka ruang pada umum untuk berpartisipasi? Apakah ada meaningful participation?” ujar Fadhil pada acara diskusi lalu debat tim calon presiden serta delegasi presiden 2024 ke STH Nusantara Jentera, Ibukota Selatan pada Senin, 18 Desember 2023.
Fadhil juga mengutarakan pihaknya akan meninjau benefit dari PSN. Begitu pula dengan paradigma pendekatan strategi pada implementasi proyek-proyek tersebut. Kemudian evaluasi juga akan diwujudkan dengan melibatkan semua stakeholders dari kalangan akademisi, masyarakat, Non Governmental Organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat.
“Apakah project yang dimaksud akan dilanjutkan, apakah akan kami revisi, apakah akan diberhentikan. Ada beberapa opsi dari evaluasi tersebut,” tutur Fadhil. Dia juga menekankan bahwa tiada semua proyek sanggup digeneralisasi.
Pada kesempatan yang dimaksud sama, Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memverifikasi akan tetap melanjutkan PSN yang digagas Presiden Jokowi apabila terpilih menjadi pemimpin Indonesia. Wakil Komandan Tim Hukum serta Advokasi TKN Prabowo-Gibran, Fahri Bachmid menyebut, PSN harus permanen dijalankan sebab tercantum di undang-undang.
“Sehingga kalau pasangan nomor 2 terpilih jadi presiden dan juga perwakilan presiden, kami pasti akan melanjutkan PSN,” ujar Fahri.
Dia juga menyatakan uang yang dimaksud dikeluarkan negara untuk membiayai PSN jumlahnya tiada sedikit. Artinya, kata dia, jikalau PSN tiada dilanjutkan, maka masyarakat yang dimaksud pada akhirnya merasakan dampaknya. “Jangan sampai berubah jadi pekerjaan mangkrak yang pada akhirnya rakyat juga menanggung risiko,” ucap Fahri.
Ia mengklaim PSN yang dimaksud digagas pemerintahan Jokowi mampu mengakselerasi perkembangan kegiatan ekonomi pada masyarakat. Ia juga menyebut, PSN mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Ke depan, ia menjamin pihaknya akan terus melanjutkan PSN sesuai tujuannya masing-masing
“Mau dibawa kemana? Ya sesuai peruntukannya, diselesaikan sampai tuntas, sehingga dampaknya bisa saja dirasakan oleh masyarakat,” kata dia. “Harus tuntas. Kalau menyangkut IKN ya harus selesai.”
Sama dengan regu Prabowo-Gibran, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga memilih meneruskan PSN Jokowi. Wakil Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud MD, Reinier Haryanto mengungkap alasannya. “Basis kami meninjau bahwa semua (PSN) yang dikerjakan itu baik, serta harus dilanjutkan, bahkan lebih,” ujar Reinier.
Menurut dia, melanjutkan proyek-proyek pada era Jokowi dapat membuka kesempatan serta mencapai target Indonesi Emas 2045. Namun, itu sekadar bukan cukup. Sehingga harus dikerjakan dengan lebih besar mengubah kemudian melakukan pergerakan cepat. Artinya inisiatif yang berjalan bukan boleh ditinggalkan. Reinier juga menjelaskan pihaknya akan mencoba memperbaiki kelemahan yang ada pada PSN. “Kuncinya di dalam mana? berkelanjutan.”
Mengenai pembiayaan, Reinier menyampaikan bahwa dana tiada hanya saja akan bersumber dari APBN, tapi juga kerja identik dengan pihak swasta. Jadi, ia berujar, apabila bicara mengenai pendanaan, harus dikerjakan evaluasi secara mendalam teristimewa faktor risiko dari proyek itu sendiri. Karena keterlibatan swasta maupun pihak-pihak lain ke luar pemerintah itu harus menganalisa risiko.
Selanjutnya: Beda sikap kelanjutan IKN
- 1
- 2
- 3
- 4
- Selanjutnya
Artikel ini disadur dari Beda Rencana Kelanjutan Proyek Strategis Nasional Para Calon Presiden